Sumber daya ChinaBrandPath

Merek Konsumen China Memperoleh Pijakan di Korea Selatan

Pop Mart, Haidilao, kategori kuliner China seperti malatang dan xiaolongbao, serta merek teh China semakin mendapat tempat di Korea Selatan. Hal ini menunjukkan pergeseran perusahaan konsumen China dari ekspor produk menuju globalisasi merek yang berpusat pada pengalaman.

Dipublikasikan Terakhir ditinjau Ditinjau oleh Tim editorial ChinaBrandPath

Konsumen Korea Selatan yang mengevaluasi produk teknologi konsumen dan gaya hidup

Korea Selatan sejak lama menjadi salah satu pengekspor budaya konsumen terkuat di Asia. K-pop, drama Korea, produk kecantikan, mode, jaringan kedai kopi, dan merek gaya hidup telah membentuk tren jauh melampaui batas negara tersebut.

Itulah sebabnya kebangkitan merek konsumen China di Korea Selatan patut dicermati.

Hal ini tidak hanya soal produk yang lebih murah atau rantai pasok yang lebih kuat. Merek China memasuki Korea melalui gaya hidup, hiburan, budaya makanan, nilai emosional, ritel luring, dan pengalaman konsumen yang sangat menarik untuk dibagikan.

Pop Mart, Labubu, Haidilao, kategori kuliner China seperti malatang dan xiaolongbao, serta merek teh China menunjukkan pergeseran yang sama: perusahaan China tidak lagi hanya mengekspor produk. Mereka mengekspor merek, pengalaman, dan format budaya.

Pop Mart mengubah barang koleksi menjadi mata uang sosial

Menurut data yang dikutip dari Financial Supervisory Service Korea Selatan, Pop Mart Korea mencatat penjualan sebesar 125,5 miliar won tahun lalu, dibandingkan dengan 34,7 miliar won pada tahun sebelumnya. Laba operasi juga naik dari 3,6 miliar won menjadi 10,3 miliar won.

Bagi perusahaan mainan koleksi dan merchandise karakter, ini merupakan pertumbuhan yang kuat di pasar konsumen yang sudah matang.

Mengapa Labubu penting

Kebangkitan Labubu tidak hanya bertumpu pada penceritaan tradisional. Hal ini mencerminkan logika konsumen yang lebih baru:

  • desain karakter yang khas
  • mekanisme blind box
  • ketersediaan terbatas
  • visibilitas di kalangan selebritas
  • berbagi di media sosial
  • keseruan berbelanja di gerai fisik

Ketika selebritas seperti para anggota Blackpink, Rihanna, dan Dua Lipa dikaitkan dengan produk Labubu, karakter tersebut dengan cepat menjadi bagian dari tren anak muda global.

Di Korea Selatan, tempat mode, budaya selebritas, dan media sosial berkembang dengan cepat, visibilitas ini membantu Pop Mart menjangkau konsumen muda.

Namun, poin yang lebih penting adalah bahwa Pop Mart telah bergerak melampaui perbincangan daring. Perusahaan ini memasuki saluran ritel utama melalui toko pop-up dan kolaborasi dengan peritel serta department store Korea, termasuk Hyundai Department Store, Shinsegae Department Store, dan CJ Olive Young.

Bagi Pop Mart, ritel luring bukan sekadar saluran penjualan. Ritel merupakan bagian dari pengalaman produk. Konsumen membeli figur tersebut, tetapi mereka juga membeli momen penemuan, keseruan membuka kotak, dan kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan teman.

Haidilao menunjukkan kekuatan pengalaman bersantap

Merek makanan China juga semakin berkembang di Korea.

Haidilao Korea mencatat penjualan sebesar 117,7 miliar won tahun lalu, naik dari 78 miliar won pada tahun sebelumnya. Laba operasi hampir dua kali lipat, naik dari 10,9 miliar won menjadi 20,2 miliar won.

Hal ini patut dicatat karena Haidilao bukan pilihan bersantap berharga murah di Korea. Sekali makan dapat menghabiskan sekitar 40.000 hingga 60.000 won per orang.

Alasan konsumen muda tetap berkunjung sederhana: Haidilao tidak hanya menjual hot pot. Perusahaan ini menjual pengalaman bersantap yang utuh.

Apa yang diekspor Haidilao

  • kaldu dan saus
  • layanan dan interaksi di meja
  • suasana kebersamaan
  • nuansa acara istimewa
  • format bersantap bersama
  • momen bersantap yang layak dibagikan

Bagi merek makanan China yang berekspansi secara internasional, ini adalah pelajaran penting. Sekadar mengekspor masakan tidaklah cukup. Model yang lebih kuat adalah mengekspor skenario konsumsi yang utuh: produk, layanan, ruang, interaksi, dan nilai emosional.

Malatang dan xiaolongbao menunjukkan penerimaan kategori yang lebih luas

Malatang adalah tanda lain dari perubahan selera konsumen.

Anak perusahaan Tanghuo Kungfu di Korea dilaporkan mencatat penjualan sebesar 25,4 miliar won tahun lalu, naik 14,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Malatang cocok bagi konsumen Korea karena pedas, fleksibel, kasual, dan sangat mudah disesuaikan.

Konsumen dapat memilih bahan, mengatur tingkat kepedasan, mengendalikan pengeluaran, dan menyusun hidangan yang terasa personal.

Xiaolongbao, sebagai kategori kuliner China, juga menjadi bagian dari tren ini. Bisnis Din Tai Fung di Korea, yang berfokus pada dumpling berkuah dan santapan bergaya China, mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 21,7 persen hingga mencapai 23,2 miliar won.

Secara bersama-sama, contoh-contoh ini menunjukkan bahwa kuliner China di Korea tidak terbatas pada satu merek atau satu kategori. Hal ini mencerminkan penerimaan yang lebih luas terhadap format makanan China di kalangan konsumen muda.

Merek teh China memasuki pasar yang didominasi kopi

Merek teh China juga menaruh perhatian pada Korea Selatan.

Heytea telah membuka gerai di Seoul, termasuk di kawasan seperti Hongdae dan Myeongdong. Chagee juga sedang bersiap memasuki pasar Korea.

Korea Selatan sudah memiliki budaya kopi dan hidangan penutup yang matang. Konsumen muda terbiasa membayar minuman yang memadukan rasa, daya tarik visual, desain gerai, dan nilai untuk dibagikan di media sosial.

Bagi merek teh China, peluangnya bukan meniru budaya kopi. Peluangnya adalah menciptakan momen konsumsi minuman yang berbeda dengan mengandalkan:

  • budaya teh modern
  • teh susu yang lebih ringan
  • bahan yang berorientasi pada kesehatan
  • desain gerai yang bergaya
  • aktivitas berbagi di media sosial

Jika merek teh China dapat memosisikan diri dengan jelas, mereka mungkin menemukan ruang di pasar yang kompetitif tetapi peka terhadap tren.

Ujian yang sesungguhnya adalah konsumsi berulang

Korea Selatan menarik, tetapi bukan pasar yang mudah.

Konsumennya canggih. Persaingan sangat ketat. Tren bergerak cepat, dan perhatian dapat menghilang sama cepatnya.

Bagi merek China, pertanyaan kuncinya adalah apakah popularitas jangka pendek dapat berubah menjadi pembelian berulang.

Tantangan utama

  • Dapatkah Pop Mart menciptakan IP kuat berikutnya setelah Labubu?
  • Dapatkah Haidilao mempertahankan keunggulan layanannya pada tingkat harga premium?
  • Dapatkah merek teh China membangun kebiasaan konsumsi harian di pasar yang didominasi kopi?
  • Dapatkah perhatian di media sosial berubah menjadi loyalitas merek jangka panjang?

Pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan apakah pertumbuhan merek China di Korea merupakan gelombang jangka pendek atau pergeseran pasar jangka panjang.

Dari ekspor produk menuju globalisasi merek

Pola yang lebih besar sudah jelas.

Perusahaan China sedang bergerak dari globalisasi manufaktur menuju globalisasi merek.

Di masa lalu, banyak konsumen internasional mengenal produk China melalui harga murah, platform e-commerce, manufaktur OEM, dan efisiensi rantai pasok.

Kini, generasi baru perusahaan China menjangkau konsumen internasional melalui karakter, pengalaman kuliner, budaya teh, desain gerai, media sosial, dan pencitraan merek gaya hidup.

Korea Selatan adalah pasar penting untuk dicermati karena negara ini sangat maju sekaligus berpengaruh secara budaya. Jika suatu merek konsumen China dapat memperoleh pijakan di kalangan konsumen muda Korea, merek itu juga dapat memperoleh kredibilitas di pasar Asia lainnya.

Kebangkitan Pop Mart, Haidilao, kategori kuliner China seperti malatang dan xiaolongbao, serta merek teh China tidak seharusnya dipandang sebagai kisah-kisah yang terpisah. Secara bersama-sama, semuanya menunjukkan bahwa merek konsumen China mulai menempati posisi baru di pasar arus utama Asia.

Kisah yang sesungguhnya bukan hanya bahwa merek China sedang tumbuh di Korea Selatan.

Kisah yang sesungguhnya adalah bahwa konsumen internasional mulai memandang merek China secara berbeda.

Bukan hanya sebagai produsen. Bukan hanya sebagai pemasok. Namun, semakin sebagai pencipta tren, pengalaman, dan pilihan gaya hidup.

Bicara dengan ChinaBrandPath WhatsApp · Merek & pasar